|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 04 November 2008 13:22 |
|
| Tektit is black small size rocks which formed from silicate glass and believed as meteorit from outer space or extra-terrestrial. Many ahli berpendapat that tektit is serpihan batu bulan yang terlempar akibat benturan dahsyat dari benda-benda besar yang jatuh ke permukaannya. Beberapa ahli lain berpendapat bahwa tektit adalah pecahan dari meteorit besar yang saling berbenturan yang pecahannya masuk ke atmosfir bumi berupa benda-benda meleleh (tektit = tektos = melted = meleleh). Lokasi ditemukannya tektit tersebar di daerah-daerah tertentu misalnya Australia dan Tasmania (australites), Texas (bediasites), Indo-Cina (indochinites), Malaysia (malaysianites), Checoslovakia (moldavites), Luzon (philipinites atau rizalites) , Billiton (billitonites = batu satam), Martapura (batu kelulut), Jawa Tengah ( avanites = batu meteor), dan lain-lain. Umur tektit ketika sampai di permukaan bumi berbeda-beda. Dengan metode kalium argon, tektik Amerika Utara ditafsir berumur sekitar 34 juta tahun, Chekoslovakia sekitar 14,8 juta tahun, Indo-Cina, Indonesia dan Australia sekitar 600-700 tahun.
Bentuk dan rupa tektit sangat dipengaruhi oleh mekanisme pembentukan dan proses erosi yang mengikutinya. Kecepatan gerak dan derajat rotasi pada waktu tektit menembus atmosfir bumi atau terlempar akibat benturan dengan permukaan bumi menyebabkan bentuk tektit sangat beragam misalnya bundar, lonjong, tear drop, buah pir, halter, tidak beraturan dengan lobang pelepasan gas berukuran besar, atau dengan goresan atau alur-alur tertentu (lihat foto di bawah). Permukaan tektit juga menunjukkan beragam rupa dan corak. Hal ini sangat dipengaruhi oleh proses geologi yang dialaminya sejak pembentukannya sampai tiba di tempat ditemukannya. Secara gemologi, tektit yang mengandung kadar silika atau SiO2 sekitar 72-73 %, memiliki kekerasan 6 skala Mohs, berat jenis sekitar 2.40, dan indek refraksi 1,507 - 1,510. Kilapnya yang cemerlang seperti cermin setelah digosok , membuat tektit sangat bagus sebagai batu permata. Dan warnanya yang hitam legam dan asal usulnya yang dari angkasa luar menyebabkan tektit dipercaya oleh sebagian orang sebagai batu pengusir roh jahat, dan memiliki kekuatan menghilangkan rasa takut, dan menghindari kehancuran. Mereka yang sering berpetualang ke hutan belantara sering membawa tektit karena dipercaya akan dijauhi binatang buas. Dan last but not least, menggenggam tektit di telapak tangan konon dapat memberikan halusinasi seolah kita menjelajahi ruang angkasa, dari mana tektit berasal.  KETERANGAN GAMBAR : Jenis-jenis tektit ada yang seperti halter ( dumb-bell ), buah pir, tear drop, tidak beraturan dengan bekas pelepasan gas bergaris tengah besar, cakram, silinder, dan lain-lain ( belum sempat diteliti secara cermat ). |